Syi'ir Tanpo Weton - Gus Dur

Hari jumat ini aku ingin mengisi hari dengan menulis sesuatu (hehe seperti syahrini saja), mungkin pada tulisan saya kali ini sudah banyak yang tahu dan mungkin hafal dengan syi'ir ini, sebelumnya aku minta maaf karena tidak bermaksud copas atau repost, sebenarnya keinginanku untuk nulis ini karena disuruh emak (bahasa jawa yang artinya ibu) untuk menulis kembali sebuah salinan fotocopy syi'ir gus dur yang sudah tidak mungkin lagi di fotocopy lagi makanya disuruh ketik ulang, awalnya sih dalam hatiku berkata "apa'an sih ini, ada tulisan pake bahasa jawa nggak jelas gini", tapi setelah kata demi kata aku ketik (otomatis dibaca juga donk) ternyata isinya benar-benar mengagumkan.

Baiklah langsung saja tanpa perlu basa-basi lagi, mari kita tengok sikit dan pahami bersama apa yang ada "Syi'ir Tanpo Weton" Gus Dur dibawah ini ;

Bait Pertama 

Ngawiti ingsun nglaras syi’iran
Kelawan muji marang pangeran
Kang paring rohmat lan kenikmatan
Rino wengine tanpo pitungan (2x)

==== artinya ======
(aku) memulai menembangkan syi’ir
dengan memuji kepada Tuhan
yang memberi rohmat dan kenikmatan
siang dan malamnya tanpa terhitung


Bait Kedua 

Duh bolo konco prio wanito
Ojo mung ngaji syare’at bloko
Gur pinter ndongeng nulis lan moco
Tembe mburine bakal sangsoro (2x)

==== artinya ======
wahai para teman pria dan wanita
jangan hanya belajar syari’at saja
hanya pandai bicara, menulis dan membaca
siang dan malamnya tanpa terhitung
esok hari bakal sengsara


Bait Ketiga 

Akeh kang apal Qur’an Hadis-e
Seneng ngafirke marang liyane
Kafire dewe gak digatekke
Yen isih kotor ati akale (2x)

==== artinya ======
banyak yang hapal Qur’an dan Haditsnya
senang mengkafirkan kepada orang lain
kafirnya sendiri tak dihiraukan
siang dan malamnya tanpa terhitung
ika masih kotor hati dan akalnya


Bait Keempat 

Gampang kabujuk nafsu angkoro
Ing pepaese gebraye ndunyo
Iri lan meri sugine tonggo
Mulo atine peteng lan nisto (2x)

==== artinya ======
gampang terbujuk nafsu angkara
dalam hiasan gemerlapnya dunia
iri dan dengki kekayaan tetangga
maka hatinya gelap dan nista


Bait Kelima 

Ayo sedulur joh nglalekake
Wajib-e ngaji sak pranatane
‘Nggo ngandelake iman tauhid-e
Baguse sangu mulyo matine (2x)

==== artinya ======
ayo saudara jangan melupakan
wajibnya mengkaji lengkap dengan aturannya
untuk mempertebal iman tauhidnya
bagusnya bekal mulia matinya


Bait Keenam 

Kang aran sholeh bagus atine
Kerono mapan sari ngilmune
Laku toreqot lan ma’rifate
Ugo hakekat manjing rasane (2x)

==== artinya ======
Yang disebut sholeh adalah bagus hatinya
karena mapan lengkap ilmunya)
menjalankan tarekat dan ma’rifatnya
juga hakikat meresap rasanya


Bait Ketujuh 

Al-Qur’an qodim wahyu minulyo
Tanpo tinulis iso di woco
Iku wejangan guru waskito
Den tancepake ing njero dodo (2x)

==== artinya =====
Al Qur’an qodim wahyu mulia
tanpa ditulis bisa dibaca
itulah petuah guru mumpuni
ditancapkan di dalam dada


Bait KeDelapan 

Kumantil ati lan pikiran
Mrasuk ing badan kabeh jerohan
Mukjizat rosul dadi pedoman
Minongko dalan manjinge iman (2x)

==== artinya =====
menempel di hati dan pikiran
merasuk dalam badan dan seluruh hati
mukjizat Rosul(Al-Qur’an) jadi pedoman
sebagai sarana jalan masuknya iman


Bait Ke-Sembilan 

Kelawan Alloh kang moho suci
Kudu rangkulan rino wengi
Di-tirakat-i di-riyadho-i
Dzikir lan sulukjo nganti lali (2x)

==== artinya =====
Kepada Alloh Yang Maha Suci
harus mendekatkan diri siang dan malam
diusahakan dengan sungguh-sungguh secara ihlas
dzikir dan suluk jangan sampai lupa


Bait Ke-Sepuluh 

Uripe ayem rumongso aman
Dununge roso tondo yen iman
Sabar narimo najan pas-pasan
Kabeh tinakdir saking Pangeran (2x)

==== artinya =====
hidupnya tentram merasa aman
mantabnya rasa tandanya beriman
sabar menerima meski hidupnya pas-pasan
semua itu adalah takdir dari Tuhan


Bait Ke-Sebelas 

Kelawan konco dulur lan tonggo
Kang podi rukun ojo gak sio
Iku sunahe rosul kang mulyo
Nabi Muhammad panutan kito (2x)

==== artinya =====
terhadap teman, saudara dan tetangga
yang rukunlah jangan bertengkar
itu sunnahnya Rosul yang mulia
Nabi Muhammad tauladan kita


Bait Kedua belas 

Ayo nglakoni sakabehane
Alloh kang bakal ngangkat drajate
Senajan asor toto dhohire
Ananging mulyo maqom drajate (2x)

==== artinya =====
ayo jalani semuanya
Allah yang akan mengangkat derajatnya
Walaupun rendah tampilan dhohirnya
namun mulia maqam derajatnya (di sisi Allah)


Bait Ketiga belas 

Lamun palastro ing pungkasane
Ora kesasar roh lan sukmane
Den gadang Alloh suargo manggone
Utuh mayite ugo ulese (2x)

==== artinya =====
ketika ajal telah datang di akhir hayatnya
tidak tersesat roh dan sukmanya
dirindukan Allah surga tempatnya
utuh jasadnya juga kain kafannya


Semoga bisa bermanfaat.
kamu bisa download mp3 nya di 4shared atau file hosting lainnya.



Read More...

Berotak Briliyan, Berhati Emas


Bismillah, sudah lama saya tidak menulis di blog ini, pada kesempatan kali ini saya ingin menulis sesuatu yang berkenaan dengan sahabat Nabi Muhammad SAW atau lebih tepatnya keponakan beliau, yaitu Abdullah bin Abbas atau lebih dikenal sebagai Ibnu Abbas. Dari beliau kita akan dapat banyak belajar. Sebelumnya saya tekankan tulisan ini bukanlah tulisan saya. Saya hanya menulis ulang tulisan yang ada di lembaran yang biasa diberikan pada setiap kita menunaikan sholat Jum'at. Dan Kebetulan tulisan ini benar-benar membuat saya malu pada diri saya sendiri.
Tentang Ibnu Abbas 
Ibnu Abbas adalah salah seorang sahabat nabi yang berpengetahuan luas, cerdas, dan banyak meriwayarkan hadits. Di usia ambang remaja, dia sudah menunjukkan kelebihan dengan kemampuan menghafal 1.660 hadits yang diterimanya langsung dari Nabi Muhammad Shallahualaihi wa sallam (SAW). Hadits-hadits itu dicatat oleh Bukhari dan Muslim dalam kitab shahihnya.

Sikat takwanya juga patut dijadikan teladan. Pada siang hari ia berpuasa dan malam harinya menegakkan sholat lail (sholat sunnah malam). Dia selalu beristigfar waktu sahur sambil meneteskan air mata, karena takut akan siksaan Allah.

Dalam hal menuntut ilmu, ia mencengangkan ulama-ulama besar pada zamanya. Masruq bin Ajda', ulama' besar Tabi'in berkata,”Paras Ibnu Abbas sangat elok. Bila dia berbicara sangat fasih. Bila menyampaikan hadits, dia sangat ahli”.

Di kalangan sahabat Ibnu Abbas di kenal sebagai penerjemah dan penafsir ulung Al-Qur'an. Memang secara khusus Rasullah pernah mendoakannya agar menjadi orang yang paham Al-Qur'an. Do'a beliau berbunyi;

“Ya Allah, ajarkanlah kepadanya hikmah (yang dimaksud hikmah adalah pemahaman terhadap Al-Qur'an)”. (Hadits Tirmidzi)
Ibnu Abbas session 1 
Sejak kecil kemauannya yang tinggi untuk mencari ilmu memang nampak. Suatu ketika, ia ingin mengetahui secara langsung bagaimana cara Rasulullah sholat. Untuk itu, ia senagaja menginap dirumah bibinya, Ummahatul mu'minin (Istri Nabi) Maimunnah binti al-Harist. Ketika itu ia melihat Rasulullah bangun tengah malam dan pergi berwudhu. Dengan sigap Ibnu Abbas membawakan air untuk berwudhu, sehingga dengan demikian ia dapat melihat sendiri bagaimana Rasulullah berwudhu.

Melihat hal itu Rasulullah tidak menyepelekannya, bahkan beliau mengelus dengan lembut kepala Ibnu Abbas, seraya mendoakan, “Ya Allah, faqihkanlah ia dalam perkara agama-Mu, dan ajarkanlah ia tafsir Kitab-Mu”.

Kemudian Rasulullah berdiri untuk sholat lail yang dimakmumi oleh isteri beliau, Maimunah, Ibnu Abbas tidak tinggal diam, dia segera berdiri dibelakang Rasulullah SAW; tetapi Rasulullah kemudian menariknya agar ia berdiri sedikit sejajar dengannya.

Sebentar Ibnu Abbas berdiri sejajar dengan Rasulullah, tetapi kemudian ia mundur lagi ke shaf belakang. Seusai sholat, Rasulullah mempertanyakan sikap Ibnu Abbas ini, dan dijawab olehnya bahwa rasanya tidak pantas dirinya berdiri sejajar dengan orang utusan Allah SWT.

Mendengar jawaban tersebut, Rasulullah tidak memarahinya, bahkan beliau mengulangi doanya sebagaimana ketika berwudhu tadi. Rasulullah tahu persis potensi yang dimiliki oleh Ibnu Abbas, seperti halnya potensi yang sama pada Ali bin Abi Thalib, Zaid bin Haritsah dan sahabat-sahabat cilik lainnya.
Ibnu Abbas session 2 
Suatu ketika beliau mengajak Ibnu Abbas berjalan-jalan seraya menyampaikan tarbiyah.
“Wahai ghulam (anak kecil), maukah engkau mendengarkan beberapa kalimat yang sangat berguna? Jagalah Allah SWT (ajaran-ajaran-Nya), maka engkau akan mendapatkan-Nya selalu menjagamu. Jagalah Allah (larangan-larangan-Nya), maka engkau akan mendapatkan-Nya selalu dekat dihadapanmu.

Kenalilah Allah dalam sukamu, maka Allah akan mengenalimu dalam dukamu. Bila engkau meminta, mintalah kepada Allah. Jika engkau memerlukan pertolongan, mohonlah kepada Allah. Semua hal (yang terjadi denganmu) telah selesai ditulis.

Ketahuilah, seandainya semua makhluk bersepakat untuk membantumu dengan apa yang tidak ditakdirkan Allah untukmu, Atau bila mereka berkonspirasi untuk mengalangi engkau mendapatkan apa yang ditakdirkan untukmu, mereka juga akan tidak akan dapat melakukannya. Semua aktivitasmu kerjakanlah dengan keyakinan dan keikhlasan.

Ketahuilah, bahwa bersabar dalam musibah itu akan memberikan hasil positif; dan bahwa kemenangan itu dicapai dengan kesabaranl dan bahwa kesuksesan itu seriing dilalui lewat tribulasi (susah payah); dan bahwa kemudahan itu tiba setelah kesulitan.”
(Riwayat Ahmad, Hakim, Tirmidzi).

Begitulah cara Rasulullah yang mendidik Ibnu Abbas kecil yang terus membekas dalam dirinya sehingga ia benar-benar mencintai Islam.
Ibnu Abbas session 3 
Sewaktu usianya 13 tahun, Rasulullah wafat. Ibnu Abbas merasa sangat kehilangan. Tapi hal ini tidak menjadikannya bersedih atau lemah semangat belajarnya. Dengan segera ia mengajak teman sebayanya untuk bertanya dan belajar kepada sahabat-sahabat Nabi yang lebih senior mengenai apa saja yang berkenaan dengan Rasulullah dan ajaran al-Islam. Logika Ibnu Abbas, para sahabat masih berada di Madinah, inilah kesempatan terbaik uuntuk menimba ilmu dan informasi dari mereka, sebelum berpencar ke kota-kota lain atau sebelum mereka wafat.

Namun sayang, ajakan ini tidak ditanggapi oleh rekan-rekan sebayanya, karena mereka rata-rata beranggapan bahwa para sahabat senior tidak akan memperhatikan pertanyaan anak-anak kecil semacam mereka.

Ibnu Abbas tidak patah semangat, Dia akhirnya mendatangi sendiri para sahabat yang sekiranya mengetahui apa saja yang ingin ia tanyakan. Dengan sabar, dia menunggu para sahabat pulang dari kerja atau dakwahnya, Bahkan kalau sahabat tadi kebetulah sedang istirahat, Ibnu Abbas dengan sabar menanti di depan pintu rumahnya. Hingga tertidur, tergolek beralaskan pakaiannya.

Tentu saja para sahabat terkejut saat menemukan Ibnu Abbas tertidur di muka rumahnya, “Oh keponakan Rasulullah, ada apa gerangan? Kenapa tidak kami saja yang datang menemuimu bila Anda ada keperluan?”

“Tidak”, kata Ibnu Abbas, “Sayalah yang harus datang menemui Anda.”
Ibnu Abbas session 4 
Tatkala menginjak dewasa ia tumbuh menjadi seorang pemuda yang penuh inisiatif, haus ilmu, dekat dengan Allah dan Rasul-Nya. Wawasannya luas karena lisannya selalu bertanya dan kalbunya selalu mencerna.

Setelah mumpuni, Ibnu Abbas menjadi guru. Rumahnya berubah menjadi jami'ah (universitas) bagi kaum Muslimin. Rumahnya selalu dipenuhi orang yang antri untuk belajar berbagai ilmu darinya saja. “Siapa yang hendak belajar tafsir Al-Qur'an dan ta'wilnya suruhlah mereka masuk, “ katanya. Maka bergantian di antara mereka yang ingin belajar masalah fiqih, ilmu faraidh, sastra arab, dan seterusnya.

Kemudian Ibnu Abbas membuat jadwal pelajaran guna mencegah orang berdesak-desakan antri untuk mendengarkan pelajaran yang disampaikannya. Ada hari yang khusus membahas ilmu tafsir, ilmu fiqih, ilmu sejarah (peperangan Rasulullah), ilmu sya'ir dan sastra arab.

Karena kealiman dan kemahirannya dalam berbagai bidang ilmu, ia senantiasa diajak bermusyawarah oleh Khalifah Ar-Rasyidah. Khalifah Umar bin Khathab memujinya, “Dia pemuda tua, banyak bertanya (belajar) dan sangat cerdas.”

Abdullah bin Abbas, wafat dalam usia 71 tahun pada tahun 68 H. Sahabat Abu Hurairah berkata, “Hari ini telah wafat ulama umat. Semoa Allah SWT berkenan memberikan pengganti Abdullah bin Abbas.”
Dari sikap-sikap yang dimiliki oleh Ibnu Abbas saya dapat memberikan atau mengambil teladan dari beliau, antara lain :
1. Belajar dan terus belajar, jangan cepat puas dengan ilmu yang kita miliki. Meski memang untuk belajar pasti banyak sekali cobaan dan hambatan termasuk rasa malas (seperti saya ini)
2. Jadilah orang yang rendah hati, tidak pelit ilmu, bila ada yang meminta pertolongan, maka bantulah dia sebisa mungkin.
3. Jangan rendah diri sehingga merasa malu untuk bertanya selama itu hal yang benar, mungkin ada saja orang yang bilang, "banyak bertanya sama saja menunjukan kebodohannya" tapi menurutku apa salahnya menjadi bodoh dan bertanya, bukankah masih lebih baik bodoh tapi mau bertanya daripada bodoh tapi diam saja ...??? lagi pula semua orang pasti awalnya tidak bisa kan, bahkan seorang professor sekalipun

ada juga hadits yang sangat berkesan bagi saya, yaitu :
"... Kenalilah Allah dalam sukamu, maka Allah akan mengenalimu dalam dukamu. Bila engkau meminta, mintalah kepada Allah. Jika engkau memerlukan pertolongan, mohonlah kepada Allah. Semua hal (yang terjadi denganmu) telah selesai ditulis. ..."


dan juga yang ini;


" ... Ketahuilah, bahwa bersabar dalam musibah itu akan memberikan hasil positif; dan bahwa kemenangan itu dicapai dengan kesabaranl dan bahwa kesuksesan itu seriing dilalui lewat tribulasi (susah payah); dan bahwa kemudahan itu tiba setelah kesulitan ...”


Saya cukupkan tulisan saya kali ini, semoga kita (saya pribadi khususnya) dapat terus belajar dan belajar lagi untuk menjadi insan yang lebih baik lagi di jaman yang kata Nabi, "..Dunia ini sudah tua ... "

Read More...

Indahnya Menikah Tanpa " Pacaran "


Mungkin, sebagian besar dari kita akan berpikir, bagaimana mungkin kita akan menikah dengan orang yang tidak kita kenal sebelumnya? Kita tidak tahu bagaimana sesungguhnya ia, selain hanya profil singkat yang tertulis di selembar kertas berikut foto close-up yang diberikan kepada pimpinan untuk dita’arufkan.
Lalu dari profil berikut foto tersebut kita dipertemukan secara langsung dengannya bersama pimpinan. Tak banyak obrolan yang bisa diobrolkan dalam ta’aruf tersebut. Obrolan hanya berlangsung beberapa menit saja, dan setelah itu sang pimpinan meminta kepada yang dita’arufkan untuk memberikan jawabannya dalam tempo waktu yang amat singkat, satu atau dua minggu saja.
 Pemanasan 

Tentu, dalam mencari pasangan hidup tidak semua orang akan mau diatur dengan aturan seperti ini. Cara seperti ini dinilai kurang bisa mendekatkan antar calon pasangan yang seharusnya saling mengenal satu sama lain sebelum menapak ke gerbang pernikahan. Mereka berpendapat, dengan saling mengenal satu sama lain inilah diharapkan segala problema yang terjadi saat menikah nanti dapat dilampaui dengan baik karena keduanya sudah tahu sifat dan karakternya masing-masing.

Lalu apakah melalui proses mengenal satu sama lain sebelum menjejaki bahtera rumah tangga ini bisa menjadi jaminan bahwa kelak rumah tangganya akan lebih harmonis? Jawabannya, jelas belum tentu. Jika alasan mereka karena takut terjadi perceraian lantaran belum mengenal sebelumnya, toh di luar sana banyak kasus yang bertahun-tahun pacaran tetapi baru beberapa bulan menikah justru sudah cerai. Pada faktanya, banyak hal dari mereka yang justru baru terbuka ketika sudah menikah. Sebelum menikah, yang ditunjukkan hanyalah yang baik-baik saja sementara yang buruk-buruk justru disembunyikan. Karena ketidakterusterangan inilah yang kemudian memunculkan prahara saat sudah mengikat janji setia dalam mahligai pernikahan.

Sebetulnya, apa yang selama ini mereka khawatirkan-takut jika nanti terjadi perceraian jika menikah dengan orang yang tidak dikenali sebelumnya-tidak sepenuhnya terbukti. Toh, banyak pasangan yang tidak kenal sebelumnya justru sampai sekarang adem ayem. Padahal mereka ini hanya tukar foto dan profil, lalu dipertemukan sekali untuk dita’arufkan dengan didampingi pimpinan/ murabbi/ guru ngaji. Setelah memberikan jawabannya untuk melanjutkan ke jenjang pernikahan, mereka juga tidak saling bertukar sapa hingga ijab qobul tiba.

Lalu, apa yang menjadikan pernikahan mereka bertahan hingga kini? Padahal, mereka tidak pacaran sebelumnya, atau paling tidak ta’aruf dulu lewat sms, FB, dan sebagainya sebelum nanti memutuskan untuk menikah?
 Alasan ...

Menikah karena Allah

Yah, karena mereka menikah karena Allah. Karena Allah-lah, mereka menyerahkan segala sesuatunya kepada Allah dan apapun keputusan-Nya pastilah yang terbaik untuknya. Dengan kemantapan hati lewat istikharoh dan kemudian tawakal’alallah mereka yakin sepenuhnya atas pilihan Allah tersebut. Dengan keyakinannya akan firman-Nya yang artinya,

“Wanita-wanita yang keji adalah untuk laki-laki yang keji, dan laki-laki yang keji adalah buat wanita-wanita yang keji (pula), dan wanita-wanita yang baik adalah untuk laki-laki yang baik dan laki-laki yang baik adalah untuk wanita-wanita yang baik (pula)…” [QS. An-Nuur [24] : 26]

Mereka yakin jika seseorang yang akan bersamanya kelak adalah orang yang mempunyai tujuan sama yakni sama-sama berjalan di jalan yang diridhai Allah. Jika tidak, Allah pasti akan menjauhkan mereka dan mengganti dengan yang lebih baik. Dari ayat diatas sudah jelas bahwa Allah tidak mungkin menjodohkan mereka dengan orang yang senang berbuat maksiat sedang mereka sendiri sangat menjauhi segala perbuatan maksiat.

Lagipula, yang mempertemukan mereka adalah pimpinan di tempat ngajinya. Seorang pemimpin pastilah akan bertanggung jawab penuh dalam menjodohkan murid/ anggotanya dengan anggotanya yang lain.

Biarpun tidak saling bertukar sapa (kecuali saat dipertemukan bersama pimpinan), toh mereka bisa bertanya tentang bagaimana ia lewat pimpinan yang mempertemukan tersebut atau sumber yang bisa dipercaya lainnya. Di samping itu, saat dipertemukan bersama pimpinan, mereka juga bisa mengajukan pertanyaan-pertanyaan sebagai pertimbangan saat memberikan jawaban apakah akan berlanjut (ke jenjang pernikahan) atau tidak.


Lalu, bagaimana jika mereka belum menaruh hati dengan si calon pasangannya? Bagaimana pula jika sudah menikah nanti, mereka tak jua bisa mencintai pasangannya? Tak perlu risau, karena Allah berjanji akan menumbuhkan cinta dan kasih sayang dalam pernikahan selama pernikahan tersebut didasari atas kecintaan kepada-Nya.Sebagaimana dalam firman Allah berikut ;
 Firman Allah

"Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah Dia menciptakan untukmu isteri-isteri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan dijadikan-Nya diantaramu rasa kasih dan sayang. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berfikir." [QS. Ar Ruum [30] : 21]


itulah yang membuat pernikahan mereka justru bertahan hingga sekarang. Setidaknya anggapan bahwa untuk menikah si calon pasangan seharusnya melakukan pendekatan untuk saling mengenal satu sama lain terlebih dahulu (baca: pacaran) mutlak tidak terbukti. Bagaimanapun, pacaran dari sisi apapun tak ada manfaatnya, kecuali bagi orang-orang yang ogah dituntun dalam syariat Islam. Lalu bagaimana dengan “ta’aruf” sendiri?

“Ta’aruf”!?

Penulis memang sengaja memberi tanda kutip pada kata “ta’aruf” diatas. Ta’aruf pada arti umum adalah perkenalan. Ta’aruf sendiri lebih dikenal sebagai proses saling mengenal antara laki-laki dan perempuan sebelum menikah. Proses ini TIDAK SAMA dengan pacaran. Prosesnya (Ta'aruf) SELALU dimediasi oleh perwakilan dari kedua belah pihak (pimpinan, guru ngaji, atau juga orangtua).
 Ta'aruf dalam Realita

sayangnya, kata “ta’aruf” disini seringkali disalahgunakan. Banyak ikhwan abal-abal yang mendekati para akhwat dengan kedok “ta’aruf”. Si ikhwan gadungan ini mencoba ber-”ta’aruf”-an dengan si akhwat tanpa melibatkan satupun perantara diantara mereka. Mulanya PDKT terlebih dahulu lewat sms dengan bertanya sesuatu yang penting-penting dulu (walaupun sebetulnya hanya dipenting-pentingkan), semisal tanya tugas kampus, seputar amanah di organisasi kampus dan sebagainya. Lalu, mengambil hati si akhwat dengan rutin mengirimkan sms tausiah, rajin membangunkan shalat malam (walaupun setelah sms kembali tidur lagi), mengingatkan untuk segera shalat (sedang dia sendiri malah asyik main game) dan hal-hal baik lainnya agar si akhwat pujaan bisa jatuh hati dengannya.

Tanpa disadari, obrolan mereka (masih lewat sms) mengarah ke hal pribadi. Sikap terbukanya si akhwat ini membuat si ikhwan semakin berani untuk sekadar bertanya, “Sudah makan belum?” lalu ditambah dengan kalimat yang bernada mengingatkan dan sarat dengan perhatian, “Cepat makan sana! Nanti sakit loh!”

Saking asyiknya smsan, obrolan dua insan berbeda gender ini kemudian melebar hingga telpon-telponan. Mengingat mereka ini tidak rumongso (merasa) pacaran melainkan hanya ber-”ta’aruf”-an, maka yang diobrolkanpun juga ada bau-bau agama semacam isian tausiah dari kajian yang baru saja diikuti dan sebagainya.

Coba kita telaah apa yang penulis tulis diatas. Memang, dari kata yang digunakan jelas sangat berbeda dengan pacaran. Apalagi bagi sebagian orang memandang, kata “ta’aruf” ini lebih terlihat “Islami”. Tetapi, betulkah “ta’aruf” seperti yang tersebut diatas adalah sesuai dengan tuntunan Islam?

Jika ada seorang ikhwan mendekati akhwat tanpa ada perantara diantara mereka, maka yang jadi pertanyaan sekarang, siapa yang ketiga di antara mereka? Asyik smsan, telpon-telponan tanpa ada yang ketiga diantara mereka (selain syaitan), bukankah ini namanya taqrobuzzina?

Entah itu “ta’aruf” (masih dalam tanda kutip), pacaran atau apapun namanya jika mengarahnya ke taqrobuzzina, bukankah kita sebagai orang beriman dilarang oleh Allah mendekati zina? Ta’aruf yang aman adalah melibatkan perantara entah pimpinan, murabbi atau guru ngaji. Tidak perlu risau, meskipun tak mengenal sebelumnya. Toh, proses perkenalan yang nanti mengarah ke gerbang pernikahan ini selalu dilakukan bersama perantara yang InsyaAllah akan terjauhkan dari kemaksiatan.


Tak perlu juga malu, jika banyak yang mengatakan cara seperti itu adalah cara yang sudah kuno. Dan jangan mudah goyah, jika mereka juga mengatakan bahwa yang modern adalah dengan pacaran dulu. Biarlah mereka mengatakan kuno atau tidak modern atau mungkin ada juga yang mengatakan tidak “laku” (karena tidak punya pacar), toh Allah tidak melihat hamba-Nya dari kacamata kuno, tidak modern atau tidak laku, karena Dia hanya melihat hamba-Nya lewat ketakwaannya.

Sayangnya, banyak penulis jumpai, mereka yang awalnya melibatkan perantara, setelah dita’arufkan dengan seseorang-yang kemudian menjadi calon pasangannya-justru saling berhubungan satu sama lain tanpa ada lagi perantara diantara mereka. 

Mungkin, sebagian orang berpendapat, “Dia kan calonnya. Toh, nanti dia akan jadi suami/istrinya.” Tetapi, bukankah itu baru calon? Suatu waktu bisa saja berubah jika Allah menghendaki yang lain bukan? Jika ada sesuatu yang penting untuk dibicarakan, alangkah lebih amannya untuk selalu melibatkan perantara agar terjauhkan dari segala bentuk kemaksiatan. Semoga bermanfaat.

Tulisan ini hasil kutipan dari MTA-ONLINE, saya hanya ingin membantu menyebarkan pesan yang ada dalam tulisan ini tanpa ada maksud tertentu.
Read More...

7 Langkah Tuk Bahagia


Siapa diantara kita yang tidak ingin bahagia?? sudah tentu semua ingin merasa tenang, senantiasa merasa bahagia disetiap waktu, namun banyaknya masalah-masalah yang datang menerpa sering membuat kita merasa terpuruk dan akhirnya kita pun merasa tak bahagia.

disini aku akan share beberapa langkah agar kita bisa mendapatkan kebahagiaan, langsung saja kamu baca aja deh ;
1. Ingat Kembali Perjalanan Anda

Kadang ketika anda berusaha untuk mengingat kembali kejadian-kejadian dalam hidup anda, maka ingatan anda akan bekerja untuk anda dan akan menemukan kebahagiaan dalam kejadian-kejadian tersebut.

Cobalah !!
- Bukalah telapak tangan anda dan lihatlah.
- Ingatlah apa saja yang sudah tangan anda lakukan sepanjang hidup anda.
- Bangkitkan kembali saat tersebut sedetail mungkin ketika anda berhasil mengingatnya.

2. Rasakan Degup Jantung

Kamu mungkin sudah pernah mendengar nasihat : "berbahagialah, sebab anda hidup!" Kita semua tahu bahwa kita memang hidup, namun kita seringkali jarang ’merasakan’ bahwa kita hidup. Cara tercepat untuk menyadari bahwa anda hidup adalah dengan merasakan aliran darah melalui urat nadi anda.

Cobalah !!
- Taruhlah 2-3 jari anda di bagian dalam pergelangan tangan anda.
- Rasakan aliran darah yang mengalir pada setiap detak jantung.
- Hitunglah berapa jumlah detak jantung per menit jika diperlukan.
- Renungkan apa tujuan anda hidup.

3. Ambillah nafas yang dalam

Apakah kamu mempunyai nafas yang dalam atau dangkal? Kebanyakan orang mempunyai nafas yang dangkal. Untuk mengetahuinya cobalah lakukan test berikut ini :
Taruhlah telapak tangan anda di perut bagian bawah dan ambillah nafas yang panjang/dalam. Jika perut anda masuk ke dalam saat anda menarik nafas, maka anda tergolong mempunyai nafas yang dangkal. Jika sebaliknya perut anda terdorong keluar, maka anda mempunyai nafas yang dalam.

Tidak masalah anda mempunyai nafas yang dalam atau dangkal, lakukan saja hal-hal dibawah ini;
- Tarik nafas selama 4 hitungan (detik).
- Tahan nafas selama 16 hitungan.
- Buang nafas secara perlahan selama 8 hitungan.
- Lakukan ini sebanyak 10 kali.

4. Regangkan Otot-Otot Kamu

Orang-orang yang berlatih yoga telah membuktikan bahwa mereka memiliki perasaan dan kondisi tubuh yang jauh lebih baik, sekalipun sesi yang mereka lakukan cukup singkat. Yoga memang bukan konsumsi kebanyakan orang dan dibutuhkan komitmen yang tinggi untuk melakukannya. Anda dapat menggantinya dengan gerakan-gerakan peregangan yang sederhana. Saya biasa melakukannya, terutama setelah lama duduk di depan laptop. Setelah melakukan peregangan-peregangan, perasaan saya menjadi lebih baik.

Cobalah !!
- Putarlah kepala anda dengan perlahan searah jarum jam, kemudian berlawanan arah jarum jam.
- Ayunkan tangan kiri dan kanan anda melingkar ke arah depan, setelah itu ke arah belakang.
- Putarlah pinggang anda. Lakukan searah jarum jam, setelah itu berlawanan arah jarum jam.
- Jongkoklah dengan posisi kaki kiri diluruskan ke samping. Lakukan hal yang sama dengan kaki kanan.

5. Rayakanlah Rasa Terlepasnya Belenggu

Mungkin kamu bingung dengan judul ini? oke aku akan memberikan sedikit ilustrasi : salah satu hal yang membuat kita merasa senang adalah ketika kita baru saja sembuh dari sakit. Setelah sekian lama kita terbaring di atas ranjang ditambah selera makan yang tidak enak, akhirnya kita dapat merasakan kebahagiaan karena kita dapat beraktivitas kembali dengan normal.

Oke, latihan berikut ini akan menciptakan suasana hati yang mirip dengan kejadian diatas;
- Pasang alarm untuk berbunyi misal 10 menit.
- Tutup mata anda secara melingkar dengan seutas kain.
- Lakukan aktivitas rutin anda sejauh yang anda mampu.
- Ketika alarm berbunyi, bukalah tutup mata anda.

6. Tetaplah Dalam Kesunyian 

Ada yang bilang bahwa kesunyian menawarkan harta karun tersembunyi yang hanya sedikit orang dapat mengaksesnya. Banyak orang tidak memiliki akses tersebut bukan karena mereka tidak mengetahui caranya, tetapi lebih ke arah mereka tidak betul-betul menyediakan waktu untuk tetap dalam keheningan. 

Kesunyian mungkin sangat tidak nyaman pada saat pertama kali, karena kamu sudah terbiasa dengan suara-suara disekeliling kamu sepanjang waktu.

Saya jadi teringat kembali salah satu lagu favorit saya : The Sound of Silence, oleh Simon and Garfunkel. Bagi anda yang ingin mendengarkannya bisa coba cari di google :p

Cobalah metode favorit aku ini !! 
(lebih mantebnya sih pas malam hari sambil melihat bintang dilangit)
- Matikan TV dan alat-alat lainnya yang mengeluarkan suara.
- Duduk dan dengarkan suara keheningan.
- Rasakan kuping anda ketika mendengarkan suara kesunyian.

7. Buatlah Daftar Terima Kasih

Kita sering tidak menyadari bahwa betapa banyak hal-hal yang kita sebetulnya dapat membuat kita berterima kasih. Saya beri contoh sedikit saja untuk memancing otak anda : kamu masih bisa makan setiap hari, kamu bisa menyelesaikan pekerjaan kamu, kamu bisa pulang ke rumah dengan selamat, kamu dapat bermain-main dengan teman-temanmu, kamu bisa berjalan-jalan bersama keluarga, kamu dapat medengarkan lagu atau menonton film korea kesayanganmu hehe, atau kamu sekarang masih dalam keadaan sehat, dan masih banyak lagi yang lain.

Suatu penelitian mengatakan bahwa orang-orang yang hidupnya dipenuhi dengan rasa terima kasih dilaporkan tidak mengalami gangguan kesehatan yang berarti dan merasakan kehidupannya jauh lebih baik secara keseluruhan. Mereka bahkan membuat perkembangan yang positif atas pencapaian tujuan-tujuan penting dalam hidup mereka.

Latihan sederhana ini aku yakin dapat merubah hidup kamu :

Bagaimana menemukan kebahagiaan dalam 5 menit :
- Ambil sebuah pena.
- Ambil secarik kertas.
- Rewind otak anda semenjak anda bangun tadi pagi sampai dengan anda menulis saat ini.
- Tulislah 5 hal yang anda berterima kasih dalam hidup anda.
- Lakukan 5 menit setiap hari untuk mendapatkan manfaat yang permanen.

Rasa terima kasih adalah kunci menuju hidup bahagia, karena jika kita tidak berterima kasih, maka seberapa pun yang kita miliki, kita tidak akan bahagia – sebab kita selalu ingin sesuatu yang lain atau sesuatu yang lebih terus.
- David Steindl Rast –

Semoga tulisan kecil ini bisa menjadi inspirasi buat kamu tuk mencapai kebahagiaanmu sendiri, ingatlah kebahagiaan adalah hak setiap orang jadi gapailah !!

inspire from http://goo.gl/sDlIx
Read More...